Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Virtual Police Awasi Setiap Perilaku di Media Sosial

Berhati-hati dalam berperilaku di sosial media karena virtual police mulai bekerja dari awal Februari 2021 hingga hari ini.  Terlebih saat pandemi Covid-19, pengguna media sosial meningkat di Indonesia. Virtual Police di Korps Bhayangkara ini diresmikan beroperasi dari awal Februari 2021. Menurut pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, adanya virtual police ini dibentuk untuk mencegah segala tindak pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang dilakukan di dunia maya.

Bentuk Proteksi Dunia Siber Tetap Aman

Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono menjelaskan hadirnya polisi digital menjadi wujud nyata pemeliharaan Kamtibmas pada dunia siber, agar para penggunanya mendapat perlindungan untuk dapat bersosial media dengan bersih, sehat dan produktif.

Polisi virtual mengedukasi masyarakat Indonesia bahwasanya penggunaan sosial media pun memiliki aturan, terdapat sanksi pidana apabila siapapun melanggar dengan sengaja dalam bersosial media.

Virtual police tidak hanya bertugas menindak pelanggaran di sosmed,
petugas di virtual police nantinya juga akan memberikan edukasi terkait konten yang mungkin  berpotensi melanggar tindak pidana. Jika didapati postingan yang berpotensi melanggar pidana, polisi dalam bagian virtual police akan memberikan peringatan kepada akun setelah mendapat rekomendasi bersama dari para ahli.

Sehingga, dalam hal ini virtual police tidak bertindak menurut opininya sendiri. Menanggapi adanya postingan yang mencurigakan, biasanya virtual police pertama kali akan memberikan warning terhadap tulisan atau gambar yang berpotensi terdapat unsur pidana. Penyidik kemudian mengambil screenshot atas postingan tersebut untuk selanjutnya berkonsultasi dengan tim ahli yang terdiri dari ahli pidana, bahasa, dan ITE untuk menentukan ada tidaknya unsur pelanggaran.

Apabila ahli sepakat dan menyatakan terdapat unsur pelanggaran pidana baik penghinaan atau sebagainya maka akan dilanjutkan ke Direktur Siber untuk memberikan pengesahan dan dengan segera Virtual Police Alert akan dikirim secara pribadi ke akun yang bersangkutan.

Sebagai tindak lanjut atas peringatan yang diterima, pemilik konten diharapkan agar segera menghapus konten yang diduga dapat dipidanakan tersebut. Jika pemilik akun masih bebal dan mempertahankan postingan yang mengandung pidana, peringatan akan terus diberikan selama masih ada pihak yang dirugikan akibat postingan melanggar tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik