Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Usai Digarap Penyidik Bareskrim, Irjen Ferdy Sambo Dimutasi jadi Pati Yanma

JAKARTA – Pasca Kadiv Propam non aktif Irjen Ferdy Sambo dilakukan pemeriksaan oleh penyidik tim khusus Bareskrim Polri terkait kasus penembakan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat di rumah dinasnya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mengambil tindakan tegas terhadap Irjen Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Divisi (Kadiv) Propam Polri, hal ini tertuang dalam Surat Telegram Nomor 1628/VIII/Kep/2022 tertanggal 4 Agustus 2022. Sambo kemudian dimutasi dan ditempatkan di Yanma.

Listyo menjelaskan Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, agar penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara terang benderang dan diketahui oleh seluruh masyrakat.

“Bahwa beliau (Jokowi) merintahkan kepada kami untuk membuka secara transparan jujur sehingga proses penyidikan ini betul-betul bisa dipahami dan masyarakat tentunya menginginkan bahwa peroses penyidikan yang dilakukan juga betul-betul transparan,”katanya kepada wartawan

Listyo menerangkan langkah sebelumnya polri penonaktifan terhadap Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Propam Mabes Polri. Kemudian melakukan otopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J.

“Beberapa waktu lalu kita sudah melaksanakan penonaktifan kemudian juga kita buka ruang untuk melaksanakan otopsi ulang, dan kemarin telah dilaksanakan penetapan tersangka. Dan saya kira nanti secara khusus pak Kabareskrim akan menjelasakan,” ungkapnya.

Listyo menjelaskan untuk sementara dirinya akan membahas sejumlah informasi yang berkaitan dengan pemeriksaan tim khusus terhadap Irjen Ferdy Sambo. “Malam ini saya akan menjelaskan beberapa infromasi yang kita dapat dari pemeriksaan timsus, Karena ini juga menjadi penting bagi masyarakat yang beberapa waktu lalu mungkin menanyakan masalah terkait CCTV rusak yang tentunya ini juga menjadi hal-hal yang harus kita jelaskan,” jelasnya.

Dari pemeriksaan tersebut, tim yang dipimpin Irwasum telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 personel dan proses masih terus berjalan.“Dimana 25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP dan juga beberapa hal yang kita anggap itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin bahwa semuanya bisa berjalan baik,”jelasnya.

“Ke 25 personel diantara 3 personel Pati bintang satu, kombes 5 personel, AKBP 3 personel, kompol 2 personel, pama 7 personel, bintara dan tamtama 5 personel,”terangnya.

Dari kesatuan di Propam, polres, dan juga ada beberapa prsonel dari polda dan Bareskrim.  Listyko melanjutkan tentunya kita ingin semmua proses bisa berjalan baik. Oleh karena itu, terhadap 25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik.

“Tentunya apabila ditemukan adanya proses pidaana kita juga akan memproses pidana yang dimaksud. Dan malam hari ini saya keluarkan TR khusus untuk memutasi dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait meninggalnya brigadir yosua ke depan akana berjalan baik,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik