Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Update Gelar Perkara Kasus Napoleon-Kace jadi Sorotan

Kasus ini terjadi karena sebelumnya Irjen Napoleon Bonaparte,terdakwa kasus korupsi diduga menganiaya Muhammad Kece alias Kace, tersangka dugaan penistaan agama di dalam rutan. Napoleon diduga sengaja memukul serta melumuri Kace dengan kotoran manusia.

Tindakan tersebut dilakukan Napoleon dengan dibantu kawan tahanannya. Aksi tersebut dilakukan pada Kamis (26/8) lalu. Terduga tahanan yang membantu Napoleon ialah mantan Panglima Laskar FPI, Maman Suryadi.

Kelanjutan Gelar Perkara

Pada gelar perkara yang dilakukan Selasa (28/9), Dirtipidum Bareskrim, Brigjen Andi Rian Djajadi, menjelaskan ada enam calon tersangka dalam kasus ini. Kemudian polisi mengerucutkan berdasarkan bukti dan saksi hingga akhirnya menetapkan Irjen Napoleon Bonaparte sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Kace pada Selasa (28/9) lalu.

Bareskrim, Andi menjelaskan bahwa Napoleon diduga melanggar Pasal 170 jo 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Jika merujuk pada Pasal 170, Napoleon diancam pidana penjara paling lama 5,5tahun.

Soroti Tindakan Napoleon

Dikutip dari detik.com, Napoleon sempat mengungkapkan dalam suratnya, “Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-Qur’an, Rasulullah SAW, dan akidah Islam-ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tulisnya.

Hal ini diduga menjadi alasan kuat ia berani melakukan tindakan tersebut kepada Kace yang tersandung masalah penistaan agama.

Napoleon mengaku kecewa dan marah atas tindakan Kace karena dinilai mampu menodai persatuan dan kerukunan dalam beragama di Indonesia.

Irjen Napoleon Bonaparte tegas menyatakan ia siap bertanggungjawab atas tindakannya karena dilakukan secara sadar. Menurutnya, siapapun Muslim juga tidak akan terima atas tindak penistaan yang dilakukan Kace.

Namun, kepolisian menegaskan adanya surat yang ditulis Napoleon tentang motifnya, tidak akan dijadikan bukti utama atau mempengaruhi proses hukum lanjutan karena polisi akan memeriksa dengan seksama setiap pihak yang terlibat dalam prarekonstruksi.

Terbukti hingga penetapan Napoleon sebagai tersangka, jajaran penyidik meyakinkan hakim dengan bukti dan saksi yang kuat bukan hanya sekedar tulisan yang dibuat Napoleon atas tindakannya sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik