Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Ungkap Kasus Brigadir J, Polri Pastikan Bakal Tindak Lanjut Temuan Komnas HAM

JAKARTA – Polri pastikan akan menindaklanjuti temuan dan rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

“Rekomendasi Komnas HAM dan Komnas PA akan ditindaklanjuti sbgmn arahan Pak Irwasum selaku Ketua Timsus,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto kepada awak media di Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Dijelaskan Agus, segala temuan ataupun rekomendasi Komnas HAM tersebut akan didalami dengan segala fakta dan barang bukti yang ditemukan.

“Dan apapun hasil pendalaman akan didasari fakta dan alat bukti yang ada,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, terdapat lima poin penting yang telah dirangkum oleh pihak Komnas HAM sejak menangani kasus kematian Brigadir J.

“Pertama, telah terjadi peristiwa kematian Brigadir J pada 8 Juli 2022 di rumah dinas eks kadiv Propam Irjen Saudara FS Jalan Duren Tiga nomor 46 Jakarta Selatan,” ujar Beka dalam jumpa pers di kantor Komnas HAM, Kamis (1/9/2022).

Kedua, pembunuhan Brigadir J merupakan bagian extrajudicial killing atau -pembunuhan di luar hukum atau penghukuman mati di luar hukum tanpa melalui proses hukum terlebih dahulu.

“Ketiga, berdasarkan rangkaian hasil autopsi pertama dan kedua ditemukan fakta tidak adanya penyiksaan terhadap brigadir J melainkan luka tembak,” ungkapnya.

“Penyebab kematian dua luka tembak yang satu di kepala dan yang 1 dada sebelah kanan,” sambung Beka

Keempat, terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh J kepada Putri Candrwathi di Magelang tanggal 7 Juli 2022.

“Kelima, terjadinya obstruction of Justice dalam penanganan dan pengungkapan peristiwa kematian J,” pungkasnya.
Diketahui, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengakhiri investigasinya terkait pembunuhan Brigadir Josua Hutabarat (Brigadir J) oleh Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik