Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Uang Ratusan Juta Milik Brigadir J Mengalir Ke Pelaku Pembunuhan Berencana

JAKARTA – Kuasa hukum Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjutak mengungkapkan uang senilai Rp200 juta dari rekening kliennya diduga ditransfer ke salah satu tersangka kasus pembunuhan berencana.

“Bukan diduga lagi, orang sudah tewas orangnya, tapi uangnya mengalir dari rekeningnya, bayangkan kejahatan-kejahatan perbankan dan itu nanti melibatkan perbankan. Dari rekening almarhum mengalir ke tersangka Rp200 juta,” katanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022).

Sayangnya, Kamaruddin enggan menyebut siapa sosok tersangka yang menerima uang ratusan juta itu dari rekening milik Brigadir J.

“Nah itu nanti biar diumumkan, kalau saya yang umumkan nanti kesannya mereka tidak kerja,” terangnya.

Sebelumnya, Kamaruddin menyatakan bahwa, Irjen Ferdy Sambo diduga mencuri empat rekening milik kliennya. Bahkan, dirinya menyebut, masih ada kegiatan transaksi dalam rekening itu usai Yosua telah tewas.

“Seperti yang saya katakan lalu-lalu, ada empat rekening daripada almarhum ini dikuasai atau dicuri oleh terduga Ferdy Sambo dan kawan-kawan,” ucap Kamaruddin.

Selain kartu ATM di empat bank, Kamaruddin menyatakan bahwa, Ferdy Sambo juga telah mengambil Handphone dan Laptop merk Asus milik dari Brigadir J.

Menurut Kamaruddin, pihaknya mendapatkan informasi valid bahwa, rekening milik Brigadir J masih melakukan transaksi pada tanggal 11 Juli 2022. Padahal, kejadian penembakan di rumah dinas Kadiv Propam terjadi pada 8 Juli 2022.

“Tadi terkonfirmasi sudah, memang benar apa yang saya katakan bahwa tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi, orang mati mengirimkan duit. Nah kebayang tidak kejahatannya,” tutup Kamaruddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik