Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Terobosan Baru Polres Ponorogo, Mencanangkan Pelatihan Bahasa Isyarat

Terobosan baru dari Polres Ponorogo untuk setiap anggotanya. Ya, sedianya anggota Polres Ponorgo wajib mengikuti sebuah pelatihan bahasa isyarat. Pada dasarnya pelatihan tersebut mendatangkan tenaga ahli bahasa isyarat dari yayasan SLB (Sekolah Luar Biasa) Kota Madiun. Sedianya pelatihan tersebut memang dilakukan guna mempermudah para anggotanya untuk menyebarluaskan informasi. Selain itu juga mempermudah pelayanan yang mana dikhususkan bagi penyandang disabilitas.

AKBP Mochamad Nur Aziz selaku Kapolres Ponorogo, sedianya menjelaskan bahwa selain sebagai pelayanan, pengayom dan pelindung masyarakat. Setiap anggota Polri harus bisa menjalin sebuah komunikasi seluruh lapisan dan elemen masyarakat, termasuk kelompok disabilitas. Menurut Kapolres Ponorogo, dengan adanya pelatihan tersebut bisa mempermudah dan memahami informasi yang telah disampaikan ke masyarakat luas. Termasuk bagi para penyandang disabilitas tunawicara dan tunarungu.

Memang adanya terobosan pelatihan setiap anggota kepolisian Polres Ponorogo tersebut merupakan implementasi roadmap program. Ya, salah satu prioritas dari Kapolri untuk bisa mentransformasi Polri yang lebih presisi. Dengan adanya sarana maupun prasarana yang mampu berorientasi pada HAM. Kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan dan orang berkebutuhan khusus.

Pelatihan Bahasa Isyarat, Wajib Bagi Setiap Anggota Polres Ponorogo

Adanya pelatihan bahasa isyarat yang telah dicanangkan oleh Polres Ponorogo terhadap para anggotanya tersebut. Sedianya menyiapkan anggota Polri secara individu yang mampu serta mahir untuk penguasaan bahasa isyarat. Memang, sebagaimana diketahui, banyak anggota Polri yang tidak paham dan mengerti mengenai bahasa isyarat. Apalagi ketika ada sebuah laporan maupun informasi dari seseorang masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Sehingga nanti jika ada sebuah informasi maupun laporan dari seseorang berkebutuhan khusus, setiap anggota polri mempunyai kemampuan untuk menerimanya. Dengan begitu memang sudah menjadi tugas anggota Polri untuk bisa menjadi pelayan, pengayom dan pelindung bagi masyarakat luas, tanpa terkecuali.

Memang untuk bahasa isyarat sendiri, dari anggota Polres Ponorogo masih kewalahan. Karena memang setiap anggotanya belum mendapatkan pelatihan khusus terkait bahasa isyarat ini. Untuk itu Kapolres Ponorogo meminta seluruh anggotanya ikut serta dalam pelatihan khusus tersebut. Yang pasti harus benar-benar dipelajari dan dipahami dengan baik, supaya benar-benar bisa diterapkan ilmu bahasa isyarat tersebut dikehidupan sehari-harinya.

Untuk menyemangati para anggotanya tersebut, sedianya AKBP Mochamad Nur Aziz menuturkan bahwasanya setiap orang itu wajib untuk menuntut ilmu. Semenjak lahir hingga akhir hayatnya, sehingga ilmu itu dapat berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain maupun institusi. Pelatihan bahasa isyarat tersebut mendapatkan animo para anggota Polres Ponorogo, demi tercapainya implementasi program Kapolri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik