Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Tak Kunjung Dapatkan Tersangka, Polisi Autopsi Ulang Jenazah Pembunuhan Subang

Polisi memutuskan untuk membongkar makam korban Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu guna autopsi ulang pada Sabtu (3/10) sore. Polisi memutuskan lakukan autopsi ulang guna memastikan bukti untuk meringkus tersangka kasus tersebut karena sudah lebih dari 40 hari sejak kasus ini berjalan.

Belum Juga Terkuak

Diketahui Tuti Suhartini dan Amelia ditemukan tewas di bagasi mobilnya yang terparkir di garasi rumah pada Rabu,18 Agustus 2021.  Hingga 40 hari berjalan, polisi belum juga menguak siapa tersangka dibalik kasus pembunuhan ini hingga akhirnya diputuskan tindakan autopsi ulang.

Pada 2 Oktober 2021 sore, Makam TS dan AM yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Istuning, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang dibongkar. Keduanya diautopsi oleh kurang lebih 10 anggota kepolisian dari bagian Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jatanras Polda Jabar, dan kesatuan Satreskrim Polres Subang.

Selama proses autopsi, polisi menutup rapat setiap sisi makam guna menjaga proses autopsi tidak dilihat dan jadi tontonan masyarakat. Autopsi memakan waktu selama tiga jam, dari pukul 14.00 hingga 17.00 WIB pada 2 Oktober 2021.

Menurut penggali kubur makam Tuti lebih dahulu dibongkar, baru kemudian makam Amelia.  Jenazah dikeluarkan dan diletakkan dimeja autopsi,serta langsung dilakukan autopsi ditempat. Setelah autopsi ulang selesai, keduanya kembali dimakamkan. Dalam proses autopsi ulang ini tidak ada pihak keluarga yang turut menyaksikan. Pihak kepolisian hingga saat ini masih bungkam terkait proses autopsi ulang dan tujuan tindakan yang dilakukan terhadap kedua korban tersebut.

Menurut pakar kriminolog,dalam kasus ini lamanya proses penyelidikan yang dilakukan justru memungkinkan akan semakin menyulitkan pengungkapan. Semakin bertambahnya data yang diperoleh penyidik, pada akhirnya akan berpotensi membiaskan bukti awal yang ditemukan.

Lebih lanjut, polisi dituntut tidak gegabah pada kasus ini karena menyangkut citra kepolisian dalam menangani kasus yang jadi sorotan masyarakat.Dengan autopsi ulang ini diharap seluruh bukti dapat mengarahkan pada pelaku pembunuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik