Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Seorang Brigadir Polisi Smackdown Mahasiswa di Tangerang Saat Demonstrasi

Halaman Kantor Bupati Tangerang dipadati oleh mahasiswa pada Rabu, 13 Oktober 2021.  Aksi demonstrasi dilakukan oleh para mahasiswa Tangeran menyuarakan aspirasi kepada Bupati.  Rabu (13/10) bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang yang ke 389. Dalam aksi demonstrasi yang dilakukan, mahasiswa menyerukan aspirasi dan tuntutan mereka atas kinerja dan persoalan yang terjadi di Kabupaten Tangerang.

Kronologi Aksi Demonstrasi di Tangerang

Rabu pagi (13/10) para mahasiswa dari penjuru universitas di kabupaten Tangerang sudah padati halaman Kantor Bupati Tangerang.  Aksi ini telah mendapat pengawalan yang ketat dari kepolisian.  Pada awalnya aksi demo berlangsung tertib dan damai. Para mahasiswa menyerukan beberapa aspirasi mereka pada Bupati Tangerang.

Namun, jelang aksi demonstrasi berakhir, kericuhan tidak terhindarkan.  Mahasiswa memaksa masuk kantor Bupati dan mendapat perlawanan aparat. Aksi saling dorong dan ricuh memperkeruh suasana demonstrasi. Akibatnya, salah seorang mahasiswa jadi korban aksi pemukulan yang dilakukan polisi yang bertugas.

Berakhir Ricuh, Salah Seorang Mahasiswa Jadi Korban

FA, seorang kader Himpunan Mahasiswa Tangerang mendapat bantingan dari seorang polisi berinisial NP.  FA sontak pingsan setelah mendapatkan smackdown dari anggota polisi tersebut. Beredar pula rekaman vidio aksi NP saat menarik FA dan membantingnya dengan satu lawan satu.

Salah satu saksi kejadian menjelaskan ia menyaksikan kejadian NP membanting FA saat pengamanan berlangsung.  Korban tak sadarkan diri cukup lama hingga diamankan polisi.  Saksi menjelaskan saat kejadian tersebut, NP mengunci badan FA, mengangkat badannya keatas dan membantingnya ke bawah.

Setelah korban tak sadarkan diri, banyak polisi yang menghampiri korban. Beberapa orang membantu korban bangkit ke tempat yang lebih aman, namun kondisi korban sudah terkapar.  Beruntung akhirnya korban sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit.

AKBP Leonard M Sinambela selaku Wakapolresta Tangerang  menjelaskan pihaknya saat itu tengah melakukan pengamanan kantor Bupati dari amukan massa unjuk rasa. Namun tidak disebutkan dengan jelas berapa aparat yang diturunkan. Kejadian ini sangat disayangkan karena menimbulkan kesan yang kurang baik di masyarakat atas polisi.

Pasca kejadian, Rabu malam (13/10), Brigadir Polisi berinisial NP selaku pelaku menyampaikan permintaan maaf kepada korban, FA dan keluarga FA. Brigadir NP mengakui kesalahannya dan bersedia bertanggungjawab atas tindakannya. Atas tindakannya, Brigadir FA diancam dapatkan sanksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik