Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Sejarah Berdirinya Polri di Indonesia

Polri atau Kepolisian Republik Indonesia adalah sebuah kesatuan yang menjadi pelindung bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat. Selain itu satuan polisi juga pernah turut berperan dalam memberantas penjajahan pada masa lampau. Tentu perjuangan ini sangat luar biasa.

Sejarah Terbentuknya Polri di Indonesia

Setiap tanggal 1 Juli, tentu saja akan ada peringatan tentang hari lahirnya polri atau Kepolisian Republik Indonesia. Tahun pembentukannya pada 1946 lalu. Jadi kesatuan ini sangat berperan mempertahankan negerinya. Berikut adalah catatan sejarah berdirinya:

  1. Masa Kolonial Belanda dan Penjajahan Jepang

Pada masa Hindia Belanda sejak tahun 1897 – 1920 kepolisian modern terbentuk. Pemegang wewenang dalam menjalankan operasionalnya adalah Residen dengan bantuan asistennya. Kemudian ada berbagai macam satuan seperti polisi pamong praja, polisi kota dan lain sebagainya.

Namun pada saat bangsa Jepang menjajah Indonesia, negara tersebut membagi pusat wilayah kepolisian di Jakarta, Bukittinggi, Makassar dan Banjarmasin. Setiap kantor-kantornya selalu ada orang-orang Jepang sebagai pendamping.

  • Pada Awal Kemerdekaan 1945-1950

Pada masa ini, militer bangsa Jepang membubarkan Gyu-Gun dan Peta setelah negara tersebut menyerah dengan tanpa syarat kepada sekutu. Akan tetapi kepolisian tetap menjalankan tugasnya. Sejak saat itu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

Sejak itulah sejarah polri terbentuk dan memasuki era kepemimpinan baru. Kemerdekaan bangsa Indonesia tersebut telah mampu membentuk Badan Kepolisian Indonesia (BKN) pada tanggal 19 Agustus 1945 oleh PPKI. Letnan Mochammad Jassin ialah salah seorang komandan polisi Surabaya.

  • Periode Masa Kemerdekaan 1950-1959

Pada tanggal 17 Agustus 1950 inilah berlaku UUDS dengan menggunakan sistem parlementer. Pejabat Kapolri adalah R.S Soekanto yang bertanggung jawab kepada presiden dan perdana menteri. Selanjutnya polri kembali ke Jakarta untuk menempati kantor bekas orang Belanda.

Kemudian Kepolisian Indonesia mempunyai rencana membuat markas besar sekitar Jakarta Selatan tepatnya Jalan Trunojoyo 3. Status polisi berada di antara sipil dan militer yang merupakan organisasi tersendiri serta memiliki peraturan tentang gajinya sendiri.

  • Masa Orde Lama

Sejarah Kepolisian RI terbentuk ke arah yang baru dengan dekrit Presiden 5 Juli 1959. Hal itu terjadi setelah kegagalan konstituante dan negara Indonesia kembali menganut Undang-Undang Dasar 1945. Pada waktu itu Ir. Soekarno juga hendak ingin membentuk satuan ABRI.

Namun ketika presiden Soekarno hendak membentuk ABRI dari gabungan antara angkatan perang dengan polisi, R.S Soekanto merasa keberatan. Alasannya karena ingin menjaga keprofesionalan kepolisian. Pada 19 Juni 1961 pengesahan UU Pokok Kepolisian No.13/1961 oleh GPR-GR.

  • Masa Orde baru

Masih ingatkan dengan kejadian gerakan 30 September atau G30S/PKI? Peristiwa tersebut mencerminkan bahwa tidak adanya integrasi antara unsur-unsur ABRI sebagai sejarah terbentuknya (Polri). Pada waktu itu SK Presiden no.132/1967 tanggal 24/08/67 turun.

Isinya adalah penetapan pokok Organisasi serta Prosedur Bidang Hankam yang menyatakan bahwasanya ABRI termasuk bagian dari organisasi dan prosedur bidang pertahanan dan keamanan. Hal tersebut meliputi berbagai angkatan seperti AD, AL, AU, AK.

  • Masa Reformasi

Semenjak tergulingnya masa pemerintahan tahun 1998, terjadilah banyak sekali perubahan secara besar-besaran. Pada masa orde baru yang menjadi pemimpinnya adalah presiden B.J Habibie. Ada berbagai tuntutan masyarakat salah satunya agar Polri pisah dari ABRI.

Harapan pemisahan tersebut karena ingin polri menjadi lembaga yang mandiri dan profesional dalam menegakkan hukum. Kemudian presiden B.J Habibie melalui instruksi presiden No.2 Tahun 1999 memberikan pernyataan bahwa polisi telah pisah dengan ABRI.

Tugas dan Wewenang Kepolisian Republik Indonesia

Tugas dari kepolisian adalah memelihara keamanan dan menertibkan masyarakat. Selain itu juga menjadi penegak hukum serta memberikan perlindungan, pelayanan, pengayoman terhadap rakyat bangsa Indonesia ini.

Dalam melakukan tugas pokoknya kepolisian republik Indonesia bertugas melaksanakan pengaturan, pengawalan, penjagaan dan kegiatan patroli. hal tersebut mereka lakukan guna menjamin keamanan masyarakatnya. Serta menertibkan kelancaran berlalu lintas.

Juga bertugas dalam membina masyarakat agar meningkat partisipasi masyarakat akan kesadaran hukum. Selain itu dalam menyelenggarakan tugas secara umum berwenang dalam menerima laporan atau pengaduan, membantu dalam menyelesaikan perselisihan antar warganya, dan lain sebagainya.

Demikian tadi sejarah berdirinya polri di Indonesia, semoga bisa menambah wawasan dan kecintaan kepada semua penegak hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik