Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Polri Sesalkan Aksi Unjuk Rasa di DPRD Probolinggo Dinodai Aksi Anarkis

PROBOLINGGO – Polres Probolinggo telah berusaha semaksimal mungkin dalam mendukung massa unjuk rasa dalam menyampaikan mungkin aspirasinya di depan Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo, Selasa (26/7/2022).

Sayangnya aksi unjuk rasa yang dilakukan PMII, GMNI dan Aliansi Probolinggo Raya itu tindakan provokatif dan anarkis dengan menembakkan dan melempar batu oleh pengunjuk rasa hingga menyebabkan beberapa petugas dan masyarakat sipil.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menyayangkan tindakan provokatif yang dilakukan oleh massa pengunjuk rasa hingga menyebabkan kericuhan seperti tadi.

Kami sangat menyayangkan tindakan-tindakan dari massa unjuk rasa yang melakukan provokatif dan anarkis hingga beberapa anggota kami terluka. Padahal kami telah menyampaikan aspirasi yang diterima langsung oleh DPRD,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Pospolisi.com, Kamis (28/ 7/2022).

Lebih lanjut Kapolres Probolinggo menambahkan, saat unjuk rasa berlangsung ricuh, beberapa anggota telah memilih untuk menunjukkan massa unjuk rasa. Sayangnya hal itu tidak digubris oleh massa, bahkan massa sempat menyerang dan melempar batu ke arah petugas yang berjaga di sekitar gedung DPRD.

“Saat ini situasi kondusif. Sebelum meninggalkan lokasi, petugas telah melakukan sterilisasi area Gedung DPRD,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Proboling Lukman Hakim menyampaikan bahwa menghadapi hal tersebut akan terjadi unjuk rasa yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terkait RUU KUHP.

“Permintaan massa unjuk rasa yakni ingin kami bertemu mereka. Selanjutnya kami menemui mereka setelah difasilitasi oleh pihak kepolisian dari Polres Probolinggo,” terangnya.

Setelah mendatangi massa di depan Gedung DPRD, Lukman Hakim mendengarkan berbagai orasi dan aspirasi yang disampaikan oleh massa unjuk rasa yang kemudian pada puncak aspirasi tersebut harus ditanda tangani oleh Ketua DPRD.

Sayangnya Ketua DPRD Andi Suryanto Wibowo tidak berada di Gedung DPRD karena tengah melaksanakan tugas di luar. Akhirnya Lukman Hakim bersama beberapa anggota Dewan lainnya menjamin aspirasi massa tersebut namum harus naskahnya diketik ulang agar nama yang bertanda tangan diubah.

Akan tetapi massa meminta agar komputer dipindah keluar sehingga bisa bersama sama melihat saat naskah diketik ulang. Namun, Lukman meminta agar sebanyak 10 mahasiswa sebagai perwakilan untuk ikut masuk ke dalam Gedung DPRD.

“Permintaan saya tersebut ditolak oleh mereka dan langsung terjadi aksi bakar dan hujan batu. Beruntung Polres Probolinggo bergerak cepat menangani hal ini sehingga situasi dapat kondusif kembali,” pungkas Lukman Hakim.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik