. Polri Beberkan Fakta-fakta Cara ISIS Rekrut Anggota Baru di Indonesia

Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Polri Beberkan Fakta-fakta Cara ISIS Rekrut Anggota Baru di Indonesia

JAKARTA – Mabes Polri beberkan fakta dibalik penangkapan terhadap 24 teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso. Sulawesi Tengah.

Dalam pemaparan yang disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menerangkan puluhan anggota MIT diketahui telah membaiat kepada ISIS secara daring atau online.

“Jadi, memberikan pernyataan atau baiat mereka dengan membaca teks dan dikirim melalui grup WA,” katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ramadhan melanjutkan Adapun teks yang berisi janji setiap kepada ISIS itu dikirim salah satu tersangka berinisial H ke grup WhatsApp. Setelah itu, masing-masing tersangka membaca narasi baiat kepada pimpinan ISIS baru yakni, Abu al-Hassan al-Hashimi al-Qurashi itu dan prosesnya pun direkam.

Hasil rekaman itu dikirimkan kembali ke grup tersebut. Video itu kini menjadi bukti mereka telah berbaiat kepada pemimpin ISIS yang baru itu.

“Pngakuan itu di grup WA begitu, disampaikan, kemudian masing-masing melakukan mandiri. Jadi, membaiat kemudian dikirim,” jelasnya.

Ramadhan ini mengatakan cara itu diduga digunakan untuk mengelabui petugas. Namun, tak semua tersangka teroris MIT itu telah berbaiat kepada ISIS.

Hanya sebagian yang diketahui sebagai pendukung kelompok teroris jaringan internasional tersebut.

“Jadi, di antara mereka atau sebagian dari mereka yang sudah melakukan baiat terhadap ISIS,” tutupnya.

Untuk diketahui. Densus 88 Antiteror Polri menangkap 24 tersangka atas kasus tindak pidana terorisme pada Sabtu (14/5). Puluhan orang itu ditangkap di tiga lokasi yang berbeda. Perinciannya, 22 orang di Sulawesi Utara, satu di Bekasi, dan satu di Kalimantan Timur.

Puluhan orang itu berinisial IRF, TSN, MIR, BSS, ETO, MB, IS, FM, TT, SH, H, AWS, DRM, TL, AMW, MR, EA, DM, S, RK, LY, RK, ISR, MAM, K, dan MS

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik