Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Polisi Ungkap Kisaran Gaji Fantastis Bos Pinjol Illegal di Tangerang

Usai lakukan total 40 an penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di sekitaran Jakarta, dan Tangerang, Polda Metro Jaya ungkap fakta mengenai gaji fantastis karyawan perusahaan pinjol ini.  Berkat arahan langsung dari Presiden Joko Widodo mengenai keresahan masyarakat dengan adanya pinjol yang mencekik, kepolisian bertindak cepat.

Per Oktober 2021 bahkan sudah capai 300 laporan yang diterima Bareskrim Polri tentang pinjol yang membabi buta mencekik masyarakat dengan bunga pinjaman.

Bos Pinjol : Gaji Capai Puluhan Juta dari Hasil Pinjol Illegal

Buntut dari pengungkapan kasus pinjol ilegal Greenlake Tangerang, polisi berhasil kumpulkan informasi kisaran gaji yang luar biasa dari pemilik perusahaan illegal ini.   Bareskrim Polri sebelumnya berhasil mengamankan 7 karyawan yang bertugas menagih nasabah pinjol ilegal.  Ketujuh karyawan ini mengaku mereka dapatkan gaji cukup besar hingga diatas Rp 10 juta hanya dengan menagih hutang lewat online.

Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika mengungkapkan kepolisian temukan bos pinjol GreenLake Tangerang yang diamankan dapatkan Rp 15-20 juta dalam satu bulan saja.  Hal ini karena mereka jalankan lebih dari satu aplikasi pinjol dengan nasabah yang berhutang naik setiap bulannya. Tak ayal, dalam satu tahun saja keuntungan yang diraup pemilik mencapai Rp 240 juta.

Karyawan Pinjol Illegal Hanya Peroleh Upah dibawah UMR

Jauh timpang dari gaji bos perusahaan pinjol, para karyawan pinjol justru hanya peroleh gaji di bawah upah minimum regional (UMR). Seperti kasus perusahaan pinjol illegal Tangerang yang jalankan 10 aplikasi illegal, karyawannya hanya diberi upah Rp 1,4 juta per bulan.  Rata-rata karyawan pinjol illegal ini sudah bergabung sejak September 2020.

Sangat jauh dari upah UMR setempat, ditambah lagi jam kerja mereka mencapai 11 jam dalam sehari.  Berangkat pukul delapan pagi dan pulang pukul tujuh malam dengan gaji demikian kecil. Para karyawan yang diamankan mengaku mereka terpaksa karena terkena penghentian kerja akibat pandemi dan sulit mendapat pekerjaan baru. Kebanyakan dari mereka adalah pemuda dengan usia 20-an.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik