Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Polisi Selamatkan 18 Orang dari Sindikat Perdagangan Orang di Kalbar

Polda Kalimantan Barat berhasil menggagalkan dan mengungkap markas terduga praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan tujuan Malaysia.  Pada media, Selasa (12/10) Kombes Pol Luthfie Sulistiawan selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar menjelaskan, dalam penggerebekan tersebut didapati satu orang terduga pelaku serta sebanyak 18 orang korban.  Sejumlah barang bukti uang tunai dan bukti lainnya juga berhasil diamankan.

Modus Operandi dijadikan Pekerja Migran Indonesia

Kombers Pol Luthfie mengatakan modus yang dijalankan pelaku di Kalbar ini kurang lebih sama dengan kasus-kasus sebelumnya. Pelaku menarik minat korban dengan iming-iming menjadi pekerja migran di Malaysia.  Pelaku menjelaskan harapan gaji yang besar dan pekerjaan yang mudah pada korban dan keluarga korban.  Dengan harapan gaji yang besar dan proses yang mudah itulah, 18 orang korban terbujuk niat jahat pelaku.

Tidak tanggung-tanggung, praktik TPPO yang dilakukan pelaku juga aman karena pelaku mengelabuhi petugas dengan mengatakan supplier Pekerja Migran Indonesia. Delapan belas korban tersebut terdiri dari 13 pria dan 5 wanita.  Tiga dari delapan belas korban berasal dari luar Kalimantan Barat.

Dari tempat kejadian perkara, polisi mengamankan barang bukti uang tunai hasil kejahatan, satu buah ponsel sebagai alat bantu komunikasi dengan agen di Malaysia untuk melancarkan aksi kejahatan.  Para korban sudah mengetahui mereka akan disalurkan secara illegal, namun dorongan gaji besar membuat 18 korban tetap mengikuti tawaran pelaku.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan berharap dengan diungkapnya kasus ini masyarakat lebih waspada.  PMI memiliki penyalur resmi di seluruh Indonesia.  Masyarakat dapat menghubungi disnaker setempat untuk menanyakan keresmian agen penyalur yang akan mereka ikuti.

Gaji dan fasilitas yang diluar wajar harus ditelusuri terlebih dahulu kebenarannya ketika hendak bekerja di luar negeri.  Prosedur resmi disnaker sudah mengatur kontrak hubungan kerja PMI dengan Penyalur di luar negeri.  Sehingga masyarakat dihimbau tidak lagi tertipu calo. Hingga saat ini, Polres Kalbar masih mendalami kasus ini dan menelusuri dugaan adanya pihak lain.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik