Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Polisi Mulai Usut Temuan Rekening dengan Saldo Rp 120 Triliun Milik Sindikat Narkoba

Bareskrim Polri tindak lanjuti temuan rekening tabungan dengan saldo total Rp 120 Triliun. Ternyata diketahui rekening ini milik sindikat narkoba.

Lebih lanjut, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno H Siregar pada Senin (4/10) menjelaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil temuan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Jakarta Selatan. Ia menjelaskan jajaran bareskrim polri akan secara aktif berkoordinasi dengan PPATK untuk tindak lanjuti temuan tersebut.

Meskipun hingga Selasa (5/10) Brigjen Pol Krisno menerangkan jajarannya belum mampu mengulik lebih dalam informasi perihal rekening triliunan tersebut dari pihak PPATK. Atas hal tersebut, ia menyatakan PPATK diharap mampu memberikan informasi lebih detail kepada jajarannya perihal ihwal temuan mereka atas rekening yang ditengarai milih salah satu pengedar narkoba.

Koordinasi dengan PPATK Perihal Rekening Triliunan

Brigjen Pol Krisno menambahkan selain temuan rekening triliunan ini, di saat yang sama ia juga tengah menangani beberapa kasus terkait Tindak Pidana Pencucian Uang. Baik kasus yang ditangani langsung oleh Ditipid Narkoba Mabes Polri maupun jajaran kepolisian tingkat daerah dan sejauh ini memang belum banyak temuan informasi yang diberikan dari PPATK kepada Polri.

Berdasarkan pengalaman, lanjut Krisno, penanganan perkara terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) membutuhkan informasi lanjutan dari PPATK. Kecuali, jika Bareskrim Polri memiliki nomor-nomor rekening yang dicurigai maka PPATK akan melakukan analisis dan hasilnya dikirimkan ke Polri.

PPATK menurutnya menjadi pusat dari informasi terkait analisis temuan rekening mencurigakan baik dari kasus narkoba maupun kasus lainnya dan memberikan hasil analisisnya kepada Polri.

PPATK secara otomatis akan melampirkan setiap temuan yang mencurigakan tanpa harus diminta oleh Polri, dan hal tersebut masuk dalam koordinasi yang bagus. Lebih lanjut, dalam hal analisis rekening ini, PPATK juga menjadi saksi ahli karena memiliki ototritas untuk hal tersebut.

Transaksi yang Dicurigai

Brigjen Pol Krisno, menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PPATK dalam mengungkap setiap kasus tindak pidana pencucian uang. Lembaga PPATK dianggap menjadi pusat analisis dan ahli dari pengungkapan setiap tindak perkara berkaitan dengan informasi intelijen keuangan yang melibatkan uang triliunan.

Kepolisian dalam hal ini sudah membentuk tim pidana awal untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.  Komisi III DPR RI, sejak hari Rabu (29/9) sudah menjelaskan saat ini tengah mengamati dan akan terus mengawasi adanya transaksi keuangan yang dicurigai terkait jual beli narkoba.

Beberapa transaksi keuangan mencurigakan yang telah ditemukan dari kasus TPPU narkoba ini diantaranya sebesar Rp1,7 triliun, kemudian Rp 3,6 triliun, Rp 6,7 triliun, hingga Rp12 triliun. Sehingga keseluruhan rekening mencapai Rp120 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik