Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Pentingnya Fungsi Dan Tugas Polri

Pada dasarnya banyak yang mengetahui bahwa fungsi dan tugas Polri (Polisi Republik Indonesia) adalah menjaga dan juga mengayomi masyarakat luas. Namun jika dijabarkan, kepolisian Indonesia mempunyai fungsi dan tugas masing-masing. Sebagaimana yang sudah dirangkum dari situs resmi Humas Polri. Bahwasanya tugas pokok, kemudian peran, wewenang dan juga fungsi dari Kepolisian Indonesia sudah diatur dalam UU No.2 tahun 2002.

Dalam Undang-Undang tersebut sedianya menyebutkan bahwasanya Polri sendiri merupakan sebuah alat Negara yang mempunyai peran penting. Tentu saja dalam pemeliharaan Gakkum, Kamtibmas, pelayanan, perlindungan dan pengayoman bagi masyarakat. Supaya bisa terpeliharannya Kamdagri (Keamanan Dalam Negeri). Nah untuk bisa mengentahui fungsi maupun tugas dari polri secara luas, anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Fungsi Dan Tugas Polri Sesuai UU No.2 Tahun 2002.

Mengenai fungsi dan tugas Polri yang sudah tercantum dalam UU No.2 tahun 2002 pasal 2, bahwasanya Kepolisian Indonesia memiliki fungsi sebagai alat pemerintahan Negara dalam hal pemelihara keamanan maupun ketertiban masyarakat. Selain itu juga sebagai penegak hukum, memberikan perlindungan, pelayanan dan pengayom bagi masyarakat.

Sementara itu untuk tugasnya sendiri, pada pasal 13 UU No.2 tahun 2002. Kepolisian Indonesia mempunyai tugas dalam memelihara keamanan dan juga ketertiban masyarakat. Kemudian menegakan hukum yang ada di NKRI, tidak ketinggalan dalam memberikan pelayanan, pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat.

Yang mana dalam pelaksanaan tugas pokoknya, Polri memiliki tugas sebagai berikut:

  1. Tugas Pre-Emtif ( Tugas Dalam Pembinaan Masyarakat). Dikenal dengan istilah Community Policing, yang artinya bisa melakukan sebuah pendekatan dengan masyarakat sosial dan juga mengenai hubungan mutualisme. Untuk konsep dari Community Policing sendiri sudah biasa dilakukan di sektor Polres mapun Polsek daerahnya masing-masing. Dan didukung dengan adanya kegiatan Babinkamtibmas.
  2. Tugas Preventif (Tugas Dalam Menciptakan Situasi dan Kondisi yang Kondusif). Mengenai tugas preventif sendiri, Kepolisian Indonesia mempunyai peran penting dalam memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat. Termasuk dalam memberikan pertolongan supaya tidak terjadinya pelanggaran hukum. Untuk keberhasilan tugas preventif ini, Kepolisian Indonesia dituntut memiliki kemampuan professional, dalam hal patrol, pengawalan, penjagaan dan juga pengaturan.
  3. Tugas Represif (Tugas Dalam Penindakan Tegas yang Harus Dilakukan). Terkait tugas represif ini terbagi menjadi 2 jenis, mulai dari represif non justisial dan represif justisial. Jika terjadi tindak pidana, Kepolisian Indonesia harus melakukan penyidikan. Mulai dari mencari dan juga menemukan suatu perkara atau peristiwa tindak pidana. Kemudian memutuskan bisa atau tidaknya penyidikan. Selain itu juga harus bisa mengumpulkan bukti-bukti terkait tindak pidana tersebut. Dengan membuat terang akan tindak pidana yang terjadi sehingga bisa dengan mudah menemukan tersangka maupun pelaku dari tindak pidana.

Dengan adanya ulasan terkait fungsi dan tugas Polri tersebut, sedianya bisa menambah pengetahuan maupun wawasan anda. Pada dasarnya fungsi dan juga tugas dari Polri sendiri sangatlah berat. Untuk itu selalu dukung kinerja Polri di wilayahnya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik