Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Penangkapan Kelompok Perampok Sadis Spesialis Toko Emas “Wetonan” Oleh Polisi

Salah satu penjahat yang masih marak hingga saat ini adalah perampok sadis. Mereka tidak segan-segan menyiksa korban demi melancarkan aksinya dimanapun termasuk di Toko emas. Sebagai conoth, ada salah satu kronologi lengkap kasus terbaru di Jakarta Barat yang berhasil dibekuk oleh pihak kepolisian.

Kronologi Perampokan Sadis

Pada senin 6 april 2020 terjadi perampokan di Toko Emas Pelita di Jl. Kembangan Jakarta Barat. Perkiraan pelakunya berkisar 4 sampai 5 orang. mereka membagi tugas ada yang menunggu di luar dan beraksi memecahkan etalase kemudian membawa lari perhiasan.

Komplotan perampok sadis ini berbekal senjata api jenis revolver untuk menakut-nakuti warga sekitar. Dari 10 kg perak yang ada disana pelaku membawa kabur 0.5 emas. Saat kejadian itu berlangsung tidak ada korban.

Setelah pelaku kabur dengan mengendarai motor korban segera melapor. Kemudian apa yang terjadi?

  1. Polisi Dibantu oleh CCTV Setempat

Salah satu upaya kepolisian dalam mencari kelompok Wetoanan yaitu dengan memeriksa seluruh kamera sisi TV di area toko mas Pelita. Sebenarnya perencanaan komplotan perampok sadis ini cukup matang dengan memilih lokasi target jarahan yang minim CCTV.

Namun, tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kamera sisi Tv berhasil membantu Polisi mengenali ciri-ciri pelaku.

  • Penangkapan Kelompok Wetonan

Setelah mencari hingga seminggu polisi berhasil membekuk tersangka di salah satu kontrakan Sawangan, Depok. Saat penggerebekan pelaku sempat memberontak dengan mengarahkan tembakan kepada petugas.

Selanjutnya terjadi baku tembak antara pelaku dan petugas kepolisian. Meskipun begitu Polisi berhasil melumpuhkan semua tersangka. Tiga diantara lima orang tersebut meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Arti Dibalik Nama Wetonan

Berdasarkan keterangan AG (23) dan PT (49), mereka percaya bahwa nama Wetonan dapat mendatangkan keberuntungan. Oleh karena itulah setiap bulan mereka selalu melancarkan aksi perampokan di toko emas pada tanggal 6.

Biasanya, kelompok Wetonan akan langsung membawa hasil rampokan ke Jawa Tengah. Sebab, menurut perhitungan mereka, jika kabur ke sana akan aman dan terbebas dari penangkapan oleh petugas Polisi. Lantas apa saja peristiwa lainnya?

  1. Gagal Menuju Jawa Tengah

Kali ini rencana kabur ke Jawa tengah setelah merampok terhalang oleh himbauan pemerintah mengenai larangan mudik sebagai bentuk preventif pandemi covid-19. Hal tersebut membuat wilayah perbatasan mendapat penjagaan ketat dari petugas kepolisian.

Jadi, kelompok Wetonan yang tidak berhasil pergi ke Jawa Tengah memutuskan untuk kembali ke kontrakan mereka di Depok. Hari itu juga pihak kepolisian sukses meringkus tempat persembunyiannya.

  • Telah Mengawasi Toko Selama 1 Bulan

Sebelum menjalankan aksinya ternyata kelompok Wetonan melakukan pengawasan ke target operasi. Mereka bahkan telah mengawasi toko emas Pelita dari satu bulan sebelumnya.

Komplotan perampok ini memanfaatkan kondisi sekitar yang sepi akibat pandemi virus covid 19. Jadi, mereka mengambil kesempatan ketika semua orang masih fokus dengan himbauan di rumah saja saat wabah dari Pemerintah.

  • Terkenal Nekat dan Bengis

Bukan hanya nekat, dalam menjalankan aksinya kelompok perampok Wetonan juga terkenal akan kebengisannya. Mereka tidak ragu menembak korban ataupun seseorang yang memergokinya melakukan perampokan. Buktinya komplotan ini membekali diri dengan senjata api revolver.

Bahkan mereka menggunakan senjata tersebut untuk melawan polisi. Setelah berhasil melumpuhkan kelompok Wetonan petugas mendapati fakta bahwa revolver milik perampok ini adalah rakitan, namun pelurunya asli produksi pabrik jadi sudah pasti mematikan.

  • Ternyata Salah Satu Pelaku Residivis

Salah satu anggota kelompok Wetonan ada yang dituakan yaitu TG alias T atau DD. Jadi, saat mengeksekusi tugas, semua peran masing-masing personil berada di bawah perintahnya. Begitupun dalam pembagian hasil rampokan.

Selain itu TG alias T atau DD merupakan residivis yang sama dengan kasus perampokan toko emas di Banjarmasin yakni kelompok perampok sadis penembak pemiliknya. Tetua Wetonan ini sendiri membacok salah satu owner.

Itulah kronologi lengkap dari kasus penangkapan perampok sadis Wetonan di toko emas Pelita Pasar Kemiri yang terjadi pada minggu 12 april 2020. Pihak kepolisian selalu siap melayani masyarakat jadi jangan ragu untuk melapor saat mengalami sendiri ataupun melihat tindak kriminal!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik