Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Mulai dari Jenis Tingkatan Hingga Larangannya, Inilah Hal-Hal Tentang Pendidikan Polisi

Anda pasti pernah atau bahkan sering mendengar anak-anak menyampaikan cita-citanya menjadi seorang Polisi.  Ternyata terdapat sekolah khusus untuk mewujudkan keinginan tersebut.  Berikut ulasan mengenai pendidikan kepolisian mulai dari jenis hingga larangan saat tengah menjalani SPN.

Jenis Tingkatan Pendidikan Polisi

Pendidikan polisi merupakan salah satu syarat untuk dapat menjadi bagian dari anggota Polri. Seperti sekolah pada umumnya, Anda juga dapat memilih jenjang atau tingkatan sesuai pangkat yang akan diperoleh setelah lulus. Berikut beberapa pilihan jenisnya.

  1. Pendidikan Tamtama Kepolisian

Tamtama merupakan golongan pangkat kepolisian yang paling rendah. Durasi pendidikan polisi jenis ini selama 5 bulan. Setelah lulus maka akan memiliki pangkat sebagai Bhayangkara dua atau Bharada.

Selama menempuh pendidikan tamtama kepolisian Anda akan belajar mengenai fungsi teknis polisi lalu lintas, bina masyarakat dan reserse mulai dari penyelidikan, penyidikan, koordinasi serta pengawasan.

  • Pendidikan Bintara Kepolisian (SPN)

Ini merupakan jenis kedua pada Sekolah Polisi Negara (SPN). Menjadi Bintara tidak akan bertugas jauh keluar daerah asal kecuali kebutuhan mendesak. Pendidikannya hanya memakan waktu 7 bulan untuk lulus dengan pangkat Brigadir dua (Bripda).

Jenjang pangkatnya setelah 4 tahun Anda akan menjadi Brigadir Polisi Satu (Briptu) lalu berpangkat sebagai Bripka untuk empat tahun berikutnya. Kemudian lewat 5 tahun selanjutnya adalah Ajun Inspektur Dua (AIPDA) dan AIPTU dam dua tahun.

  • Pendidikan Taruna Kepolisian (Akpol)

 Penyelenggaraan pendidikan ini ada di Akademi Polisi atau Akpol selama 4 tahun.saat menjalaninya  peserta didik memiliki pangkat sesuai waktu tempuh. Tahun pertama terdapat 3 pangkat Diki Candra Bhara, Bhayangkara Satu dan Dua. 

Tahun kedua berpangkat Brigadir Dua lalu tahun ketiga Brigadir Dua Taruna. Pada tahun keempat atau terakhir pangkatnya menjadi Brigadir Taruna. Kemudian, setelah lulus Anda akan memiliki pangkat sebagai Inspektur Dua atau Ipda serta mendapat gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.IK)

  • Sekolah Inspektur Polisi Sarjana

Anda juga masih bisa menempuh pendidikan kepolisian meskipun telah lulus kuliah dari perguruan tinggi. Pilihannya yaitu di Sekolah Inspektur Polisi Sarjana (SIPS). Lulusannya nanti akan memiliki pangkat Inspektur Dua atau Ipda. 

Mengapa Memilih Pendidikan Polisi?

Pendidikan polisi sendiri diperuntukkan bagi mereka dengan fisik dan mental kuat sekaligus tangguh. Jika Anda memenuhi kriteria, ini merupakan pilihan yang cukup baik mengingat jenjang karirnya jelas dan termasuk pekerjaan menjanjikan berupa tugas dinas dari Negara.

Memilih pendidikan kepolisian pastinya dapat mewujudkan cita-cita menjadi Perwira Polri. Selain itu, Anda juga masih bisa menekuni bidang lain di sekolah polisi. misalnya seperti musik dan teknologi informasi.

Pengetahuan dan Keahlian

Selama menjalankan pendidikan kepolisian Anda akan mendapatkan beberapa pengetahuan dan keahlian berikut ini:

  • Kemampuan menembak
  • Kemampuan bela diri
  • Kemampuan psikologi
  • Kemampuan intelijen
  • Pengetahuan mengenai hukum dan pemerintahan
  • Pengetahuan mengenai keamanan serta keselamatan
  • Penguasaan bahasa asing

Gambaran Singkat Latihan Pendidikan Polisi

Supaya mendapatkan calon anggota Polri yang kompeten, dalam pendidikan kepolisian terdapat beberapa latihan baik untuk menambah ketahanan fisik maupun pengetahuan. Secara singkat gambarannya yaitu:

Dua bulan pertama, setiap hari peserta didik akan mendapatkan pelatihan fisik berupa lari. Kemudian setelah lewat dua bulan barulah latihan fisik mulai berkurang. Peserta didik akan mendapat lebih banyak materi wawasan serta pengetahuan.

Larangan saat Menjalankan Pendidikan Polisi

Meskipun telah menjadi peserta Akpol namun tidak menutup kemungkinan gagal menjadi Polisi jika saat masa pendidikan melanggar aturan tertentu. Oleh karena itu Anda perlu mengetahui beberapa larangan saat menjadi siswa kepolisian berikut.

  • Tidak boleh menggunakan handphone. Ponsel diberikan saat mendapat agenda Izin Bermalam Di Luar (BIL)
  • Larangan melanggar moral yang tidak mencerminkan sikap seorang Polisi misalnya melakukan pencurian.
  • Tidak boleh berzina, menunjukkan sikap amoral berbau negatif, tidak etis, jahat bahkan kejam kepada pelatih maupun satuan Polisi.
  • Saat tengah menjalani pendidikan kepolisian tidak boleh menikah. Setelah menyelesaikan sekolahnya boleh melaksanakan pernikahan tetapi harus menjalani sidang terlebih dahulu bagi personel Polri sekaligus pasangan.
  • Tidak boleh meninggalkan barak atau tempat pelatihan kepolisian tanpa izin sebelum masa pendidikannya berakhir. Jika boleh harus melalui agenda izin bermalam di luar (BIL)

Demikian ulasan mengenai Pendidikan Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga dapat menjadi tambahan referensi pengetahuan bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik