Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Kerusuhan Kanjuruhan, Kapolri Jenguk Korban Luka di Rumah Sakit

Kapolri Jenguk Korban Luka-Luka Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

MALANG – Korban luka-luka kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur masih mendapatkan perawatan di RSUD Kanjuruhan.

Sebanyak 93 korban telah ditangani pihak rumah sakit, diantaranya mengalami luka ringan dan sedang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjenguk para korban pada Minggu 2 Oktober 2022 malam. Kapolri pun menanyakan kondisi dari para korban.

Dokter pun memaparkan beberapa kondisi pasien kepada Kapolri. Menurutnya, beberapa pasien yang mengalami gejala ringan sudah boleh pulang.

“Dan 93 dari yang kita tangani sisa 11 orang. Kebanyakan ringan dan sedang. Ringannya kami pulangkan. Dari 93 itu sisa 11. 8 orang dirawat di IGD, 2 di ICU dan satu orang di ruang inap,” ujar dokter memberikan penjelasan.

Kapolri sempat menyapa keluarga pasien yang dirawat. Ia pun meminta keluarga sabar dan berjanji akan merawat hingga sembuh.

“Yang sabar ya bu. Yang penting sembuh dulu,” ucap Sigit.

Sebelumnya, Sigit menegaskan bahwa Polri akan menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo terkait dengan terjadinya peristiwa tersebut. Sigit menekankan, timnya telah dikerahkan untuk mengusut tuntas terkait dengan proses penyelenggaraan, pengamanan sekaligus melakukan investigasi terkait dengan hal itu.

“Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdkkkes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait pendalaman terhadap investigasi yang kami lakukan,” ujar Sigit.

Sigit mengatakan jika tim DVI telah melakukan proses identifikasi terhadap seluruh masyarakat yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Untuk saat ini, kata Sigit, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan kab/kota, jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut sekarang berjumlah 125.

“Saat ini data terakhir hasil pengecekan verifikasi Dinkes jumlahnya 125, tadi 129, karena ada tercatat ganda. Kemudian tentunya kami lakukan langkah-langkah lanjutan dengan tim DVI kemudian tim penyidik untuk pendalaman lebih lanjut untuk menginvestigasi secara tuntas dan nanti hasilnya kita sampikan ke seluruh masyarakat,” papar Sigit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik