Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Himbauan Dari Polri Terkait Korban Investasi Bodong EDCCash

Penipuan berkedok Investasi Bodong EDCCash sedianya mendapat perhatian khusus dari Polri. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kombes Whisnu Hermawan, selaku Wadir Tipideksus Bareskrim Polri. Sedianya mengatakan bahwa pihaknya tetap masih membuka posko pengaduan untuk para korban investasi penipuan EDCCash.

Yang mana pihaknya baru saja melimpahkan sebanyak enam tersangka. Yang disertai dengan BB (Barang Bukti) perkara tindak pidana kriminal ke Jaksa PU (Penuntut Umum).

Berdasarkan adanya laporan tersebut, pihak Polri sendiri mengindikasikan bahwa masih ada sejumlah 52 ribua korban. Dan tentu saja mengalami kerugian yang fatal.

Hal ini diketahui dari hasil investigasi enam tersangka terkait penipuan, penggelapan dan juga tindak pidana pencucian uang EDCCash. Selain itu pihak Polri juga mendapatkan data dari sejumlah anggota yang mempunyai akun dari aplikasi kripto EDCCash.

Korban Investasi Bodong EDCCash Harus Segera Lapor

Sebagaimana yang sudah dikonfirmasi, pada hari Kamis (19/8) kemarin. Kombes Whisnu Hermawan mengatakan bahwa layanan pengaduan penipuan investasi bodong EDCCash masih dibuka. Hingga hari kemarin sudah masuk laporan ada tiga korban, sementara untuk saksi ada sekitar 60 orang. Total keseluruhan yang menjadi korban dan sudah mengadu ke pihak Polri sekitar 1.973 orang.

Sementara itu, dari pihak Kompol Samian, selaku Kanit I Subdit V Dirtipideksus Bareskrim Polri. Menyampaikan bahwa jumlah anggota dari EDCCash yang ada di sebagian wilayah Indonesia sekitar 57 ribu orang. Itu hanya di sebagian wilayah Indonesia saja yang sudah melapor.

Kemudian dari pihak penyidik sendiri sudah mencatumkan sejumlah korban yang sudah melapor. Yang mana sudah diperiksa serta membuat pengaduan dalam BAP (Berita Acara Perkara).

Meski pun demikian, pihak Polri sendiri masih tetap membuka posko pengaduan bagi sejumlah masyarakat. Yang mana sudah ditipu dan dirugikan oleh sindikat investasi penipuan EDCCash tersebut.

Sebagaimana yang sudah dilaporkan oleh awak media, bahwasanya Kompol Samian menuturkan dalam perekrutan anggota EDCCash berkedok program arisan. Selain itu juga termasuk kedok program kepemilikan barang berharga, seperti rumah, mobil dan lain sebagainya.

Menurut penyidik sendiri menyatakan bahwa masih ada banyak orang yang menjadi korban, di luar keanggotaan. Hal ini diketahui bahwa beberapa korban diantaranya yang ikut program tersebut namun belum tentu mereka menjadi anggota EDCCash. Dari data keanggotaan EDCCash saja jumlahnya sudah puluhan ribu, itu belum termasuk yang di luar keanggotaan.

Untuk Itu pihak Polri menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia yang merasa menjadi korban dari investasi bodong ECCash. Silahkan untuk melapor ke pihak Sentra Pelayanan Kepolisian yang terdekat di wilayahnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik