Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Faham Radikal Masif di Medsos, BNPT: 2000 Anak Berangkat ke Iraq dan Suriah

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendetekti ada 2000 anak Indoenasia berangkat ke Ira1 dan Suriah setalah terpapar paham radikal. Ribuan anak terpapar faham radikal berseumber dari media sosial.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan ribuan anak terpapar faham radikal disebabkan oleh propaganda yang kerap menyebar di Media sosial.

Boy mengatakan, ribuan anak tersebut kerap menjadi bulan-bulanan propaganda di media sosial. Sehingga, banyak dari mereka yang memiliki tujuan yang bersebrangan dengan paham ideologi Pancasila.

“Karena propaganda melalui sosial media ada lebih dari 2000 anak bangsa kita berangkat ke Iraq dan Suriah untuk sebuah tujuannya (yang) bukan harusnya diambil oleh kita sebagai bangsa Indonesia,” ktanya.

Mantan Kapolda Banten itu menjelaskan beberapa dari anak yang telah berangkat ke Iraq dan Suriah melakukan aksi di luar batas, bahkan sampai melakukan aksi teror seperti bom bunuh diri. “Fenomena anak bangsa menjadi pelaku bom bunuh diri adalah sebuah kondisi yang sangat tidak menguntungkan tentu sesuatu yang sangat merugikan anak bangsa,” ungkapnya.

Menurut Mantan Kadiv Humas mabes Polri menyebutkan 650 konten propaganda yang mengandung pesan anti NKRI. Sehingga, pihaknya terus memberlakukan Patroli Siber guna menekan angka tindakan intoleran.

Boy mengatakan, Patroli tersebut merupakan langkah mengantisipasi penyebaran paham khilafah yang tengah marak di Indonesia, salah satunya oleh kelompok Khilafatul Muslimin. Patroli digelar usai pihak kepolisian meringkus 23 tersangka Khilafatul Muslimin.

Lebih lanjut, Boy mengungkap, terdapat 650 konten propaganda yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Termasuk, mengandung pesan anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi, takfiri, konten terkait pendanaan dan pelatihan, hingga glorifikasi ideologi khalifah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik