Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Cabuli Anak Didik, Oknum Guru Di Kabupaten Tangerang Diciduk Polisi

JAKARTA – Polda Metro Jaya meringkus seorang oknum guru di Kecamatan Curug, Kabuoaten Tangerang. Pelaku ditangkap lantaran diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak didiknya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pelaku berinisial AR (28) merupakan seorang guru yang mengajar di salah satu SMP Negeri di kawasan Curugm Kabupaten Tangerang. Ar jiuga merupakan seorang pelatih pramuka dan pelatih paskibra.

“Menetapkan seorang tersangka (pencabulan), inisialnya AR umurnya 28 tahun. Pekerjaannya guru agama, kemudian pelatih ekskul pramuka dan Paskibra,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, Selasa (19/7/2022).

Menurut Zupan, tersangka AR telah mencabuli 3 remaja pria yang masih di bawah umur. Ketiga korban masing-masing yang masih berusia 13 tahun, 14 tahun, dan 17 tahun.

Barang bukti yang sudah diamankan penyidik dalam kasus ini, yaitu baju yang digunakan korban saat kejadian dan juga hasil visum.

“Kemudian barang bukti yang diamankan dalam kasus ini di antaranya baju yang digunakan saat kejadian dan hasil visum,” tutur Zulpan.

ementara modus yang digunakan pelaku adalah dengan melakukan pengancaman kepada korban. Salah satu ancaman tersebut, para korban akan dikeluarkan Passus Paskibra yang ada di sekolahnya. Kemudian, juga akan dikeluarkan dari Passus Pramuka yang ada di sekolahnya apabila menolak ajakan dari pelaku.

“Ketiga korban ini menceritakan kepada guru sekolah. Kemudian pihak guru menghubungi orang tua. Saat mereka datang ke sekolah, kemudian sang guru menceritakan apa yang dialami anak mereka,” kata Zulpan.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang dengan pidana paling lama 15 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik