Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Buntut Panjang Kekerasan Polisi Atas Mahasiswa Berujung Pasal Berlapis

Buntut dari tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian berinisial NP di Tangerang berujung pasal berlapis.  NP membanting salah seorang mahasiswa dalam aksi demo di halaman kantor Bupati Tangerang, pada Rabu (13/10). Insiden ini sontak menjadi sorotan publik.  Tindakan NP yang harusnya menjaga aksi demontrasi tersebut sangat disayangkan dan jadi kecaman banyak pihak.

Brigadir NP Diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Banten

Propam merupakan divisi internal di kepolisian yang bertugas menyelesaikan kasus anggota polisi yang menyinggung pembinaan profesi dan pengamanan dilingkungan internal. Pasca kejadian, Brigadir NP langsung menjalani pemeriksaan internal di Polda Banten karena diduga melanggar kode etik saat bertugas mengamankan demontrasi. Pihak kepolisian Tangerang memastikan Brigadir NP akan diberikansanksi tegas apabila terbukti langgar kode etik.

Korban FA, mahasiswa asal Tangerang saat ini masih jalani beberapa perawatan dan pemantauan kondisi di rumah sakit di bawah pengawasan kepolisian. Jika kondisi yang bersangkutan sudah membaik, korban akan dimintai keterangan sebagai saksi.

Sementara itu, Brigadir NP sampai hari Kamis (14/10) terus oleh Bidpropam Polda Banten dengan serangkaian pemeriksaan. Lebih lanjut, pemeriksaan atas Brigadir NP akan dilakukan secara transparan karena kasus ini cukup menjadi sorotan banyak pihak.  Sanksi tegas nantinya akan diberikan apabila NP memang terbukti secara sah melakukan tindakan melanggar SOP penanganan aksi unjuk rasa.

Pasal Berlapis yang Mungkin Menjerat Brigadir NP

Brigadir NP diduga melanggar Standar Operating Procedure (SOP) dalam tugas pengamanan Unjuk Rasa.  Polri menjelaskan tindakan membanting korban FA saat aksi berlangsung sama sekali tidak diperbolehkan dalam SOP pengamanan unjuk rasa tersebut.Sehingga yang tengah didalami ialah tindak pelanggaran prosedur tersebut.

Pasal seterusnya ialah tindak kekerasan yang dilakukan dengan sengaja. Jika kedua pasal ini terbukti menjerat NP, bukan tidak mungkin ia akan menerima hukuman dan sanksi yang cukup berat. Namun belum terdapat putusan dari kepolisian dan pemeriksaan atas NP masih berlangsung di Bid Propam Polda Banten.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik