Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

Bawa Ganja Ratusan Kilo, Supir Truk Ditangkap Polisi di Banten

Bawa Ganja Ratusan Kilo, Supir Truk Ditangkap Polisi di Banten

JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengaggalkan 209 Kilogram ganja kering siap edar.
Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan SO (45), seorang sopir truk ekspedisi di wilayah Serang, Banten.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya pada 25 Juli 2022.

“Tim menemukan informasi bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis ganja ke wilayah Jakarta,” kata Pasma saat konferensi pers, Jumat (9/9/2022).

Selanjutnya, pada Minggu, 21 Agustus 2022 sekira jam 01.30 WIB di Jalan Raya Bojo Negara RT002/02, Terate, Kramat watu, Serang, Banten tim melakukan penangkapan terhadap SO (45). SO saat itu tengah berhenti mengisi e-toll di sebuah outlet.

“Setelah dilakukan penggeledahan di dalam kendaraan mobil truk fuso warna orange yang bermuatan limbah/barang rongsok, ditemukan ganja kering siap edar sebanyak 6 karung berisi 200 (dua ratus) bata dibungkus lakban warna coklat dengan berat bruto,” lanjut Pasma.

Adapun, jumlah barang bukti ganja yang diamankan sebanyak 209.335 gram atau 209 kilogram. Berdasarkan hasil pemeriksaan, SO mengaku baru satu kali melakukan pengiriman ganja. Ia diperintah oleh SL yang saat ini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

SO mengaku dijanjikan diberi upah sebesar Rp75 juta. Namun, dirinya baru mendapatkan sebesar Rp20 juta sebagai uang muka.

“Sisa uang akan diberikan setelah narkotika jenis ganja tersebut selesai diantar,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 111 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika” dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara dan pidana denda sebanyak Rp 10 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik