Situs web kami menggunakan cookie untuk meningkatkan dan mempersonalisasi pengalaman Anda dan untuk menampilkan iklan (jika ada). Situs web kami mungkin juga menyertakan cookie dari pihak ketiga seperti Google Adsense, Google Analytics, Youtube. Dengan menggunakan situs web, Anda menyetujui penggunaan cookie. Kami telah memperbarui Kebijakan Privasi kami. Silakan klik tombol untuk memeriksa Kebijakan Privasi kami.

7 Kasus Penggerebekan Bandar Narkoba oleh Polisi Terbesar

Badan Narkotika Nasional pernah menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pasar narkotika terbesar di Asia. Meskipun begitu polisi maupun BNN pernah berhasil mengungkap sejumlah kasus bandar narkoba kelas kakap dengan barang bukti bernilai fantastis.

Beberapa Kasus Penggerebekan Bandar Narkoba Oleh Polisi Terbesar

Berikut daftar aksi penggerebekan tersebut.

  1. 402 Kg Sabu di Sukabumi (2020)

Pada Rabu, 3 juli 2020 Tim Satgasus Merah Putih Polri bersama Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek rumah Blok D7 Nomor 12 Perumahan Taman Anggrek, Sukabumi. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu dengan total berat bruto sebanyak 402 kg.

Muhammad Rifki sebagai ketua RW menjelaskan bahwa penghuninya merupakan pasangan suami istri yang belum lama menyewa rumah tersebut. Berdasarkan Fotokopi KTP pasutri ini berinisial YC 32 tahun berprofesi sebagai pengacara dan istrinya F 27 tahun seorang ibu rumah tangga.

  • 1 Ton Sabu Di Batam (2018)

Bermula saat KRI Sigurot 846 melaksanakan operasi pengamanan di perairan selat Philip dan melihat kapal nelayan dengan bendera singapura melintas  keluar jalur lalu memasuki wilayah Indonesia. Oleh karena itulah petugas melakukan pemeriksaan menemukan tumpukan karung beras berisi sabu-sabu.

41 karung beras berisi sabu seberat 1 ton tersembunyi di tumpukan palka bahan makanan.  Petugas segera mengamankan MV Sunrise Glory dan menggesernya dari Dermaga Batu Ampar ke Lanal Batam. Selanjutnya, wakil kepala staf AL menyerahkan penyelidikan lebih lanjut kasus ini kepada BNN.

  • 1 Ton Sabu Di Anyer (2017)

Tim gabungan Satgas Merah Putih berhasil menggagalkan aksi penyelundupan 1 ton sabu saat menggerebek Hotel Mandalika di Anyer Banten pada 13 juni 2017. Barang terlarang tersebut dikemas dalam kotak teh China.

Pada 4 Juni 2017 Kepolisian Taiwan memberikan informasi mengenai penyelundupan 1 ton sabu ini. Sejak itu, pihak Polri segera memulai penyelidikan. Kasusnya terbongkar setelah tersangka LMH, CWC, LGY dan HY tertangkap. Saat penangkapan salah satu yang memberontak sehingga ditembak mati.

  • 13 Juta Butir PCC Di Semarang (2017)

BNN melakukan penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Jl. Halmahera Raya, Semarang yang terbukti menjadi pabrik PCC. Disana, tiap satu mesin mampu memproduksi 35 pil per detik. Petugas sendiri menyita sebanyak 13 juta butir.

Berdasarkan jumlah tersebut perkiraan keuntungan tiap bulannya Rp 2,7 M. Akhirnya petugas menangkap 2 pelaku utama Johnny dan Ronggo serta 11 orang karyawan lain yang ikut terlibat dalam produksi pil PCC.

  • 1,2 Juta Ekstasi dari Belanda (2017)

Pada 21 Juli 2017 Bareskrim Polri sukses melakukan penggerebekan untuk menggagalkan penyelundupan 1,2 juta ekstasi yang berasal dari Belanda. Perkiraan nilai dari sejumlah obat terlarang ini di pasaran bisa mencapai 600 miliar.

Pengungkapan kasus ini berawal dari hasil interogasi tersangka jaringan internasional yang terhubung dengan napi di Lapas Nusakambangan. Berkat kerjasama Polri dengan Dirjen Bea Cukai dua pelaku berhasil tertangkap yaitu Liu Kit Cung dan Erwin sedangkan satu lainnya tertembak mati.

  • 2 Ton Ganja Dalam Kontainer (2015)

Pada 11 februari 2015 tim Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat menghentikan truk kontainer berisi 2 ton ganja kering dari Aceh. Penggerebekan ini terjadi di jalan Lintas Timur Sumatera km 28, Riau. Jika pemasarannya berhasil daun tersebut bernilai Rp 4 miliar.

Penangkapan ini sendiri bermula saat petugas berhasil membekuk anggota sindikat narkoba berinisial ZN di Ibu Kota. Berdasarkan informasi dari bandar tersebut terkuak info bahwa akan ada truk kontainer yang memasukkan ganja kering ke Jakarta.

  • 966 Kg Sabu di Teluk Naga (2006)

Ini merupakan pengungkapan kasus narkotika oleh Polisi terbesar pertama tepatnya pada selasa 29 agustus 2006. Petugas berhasil membekuk tujuh orang pengedar sabu sebanyak 966 kg di Ds. Tanjung Burung, Banten. Kapolda Metro Jaya mengungkapkan bahwa bandarnya adalah pemain baru, mr. Chen.

Berawal dari kecurigaan polisi yang menyamar menjadi salah satu pembeli. Sebab, terdapat dua kendaraan roda empat mobil box dan minibus dalam posisi beradu pantat menurunkan 97 dus barang. Ternyata isinya adalah sabu-sabu dimana tiap dusnya rata-rata memuat beban 10 kg.

Itulah beberapa aksi penggerebekan bandar narkoba terbesar oleh Polisi. Keberhasilan pengungkapan kasus berkat kerjasama yang solid dari berbagai pihak penegak hukum RI yaitu Polri, BNN, dan TNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Tidak Kalah Menarik